Hoaks atau Fakta – Sebuah Pesan Berantai yang Sebut Ashraf Sinclair Meninggal Karena GERD

Sebuah pesan berantai menyebut Ashraf Sinclair meninggal karena Gastroesophageal Reflux Disease atau yang biasa disebut GERD. Informasi tersebut diklaim berasal dari seorang dokter yang bernama Imam Susilo.

Pesan berantai itu diawali dengan kalimat berikut.

“Suami BCL katanya meninggal karena serangan jantung, dalam usia 40 tahun. Ada teman dokter yang bilang kemungkinan karena GERD yang menekan jantung hingga tidak berfungsi,” 

Pesan tersebut juga menjelaskan bagaimana asam lambung mengganggu ritme detak jantung.

“Jika asam lambung naik mengenai area jantung, maka ritme detak jantung bisa terganggu sehingga jantung bisa berdebar-debar. Dan mendadak berhenti,”

Pesan ini tersebar di platform Facebook dan WhatsApp. Di platform Facebook, akun bernama Iyus membagikan informasi ini dan unggahannya telah di-share atau dibagikan sebanyak 1,300 kaliseribu tiga ratus kali. Selain itu, akun bernama Gilang Arindi Wulandari juga mengunggah pesan yang sama dan unggahannya telah dibagikan sebanyak 250 kali.

Informasi tersebut adalah keliru

Pada 21 Mei 2019, akun Facebook bernama Chorina Fabio juga mengunggah tulisan tentang penyakit GERD yang menyebabkan kematian atau serangan jantung. Tulisan tersebut sama seperti pesan penyebab meninggalnya Ashraf Sinclair. Akun Chorina Fabio juga mencantumkan nama dr. Imam Susilo pada tulisannya. 

Hanya saja, tulisan yang diunggah Chorina Fabio tidak diawali dengan kalimat “Suami BCL katanya meninggal karena serangan jantung, dalam usia 40 tahun.” Selain itu, situs web bernama Netralnews juga pernah mengunggah tulisan yang sama pada tanggal 26 Januari 2018. 

Hingga kini, diagnosa rumah sakit menyatakan Ashraf Sinclair meninggal karena mengalami serangan jantung. 

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Budhi Asih Jakarta Timur, Rizky Aulia, menjelaskan serangan jantung salah satunya disebabkan oleh penyumbatan di pembuluh darah koroner secara akut atau mendadak. Penyumbatan biasanya diawali dengan pembentukan kerak di dalam pembuluh darah.

Selain itu,  kematian mendadak akibat gangguan jantung juga dapat disebabkan oleh Sindrom Brugada pada pasien yang terlihat sehat. Sindrom Brugada adalah gangguan irama jantung akibat kelainan genetik. 

Menurut Ari Fahrial Syam, dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan pencernaan, GERD bisa digolongkan ke dalam penyakit kronis. Namun, GERD sendiri tidak bisa jadi penyebab langsung terjadinya kematian. 

Kesimpulan

Informasi tentang Ashraf Sinclair meninggal karena GERD atau asam lambung adalah keliru. Tulisan yang tersebar di WhatsApp dan Facebook merupakan hasil reproduksi atau penulisan ulang dari pesan berantai serupa yang pernah beredar pada tahun 2018 dan 2019. 

Selain itu, dokter spesialis jantung Rizky Aulia menyebut hanya ada dua gangguan jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak, yakni penyumbatan di pembuluh darah koroner dan Sindrom Brugada. Kemudina, dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan pencernaan Ari Fahrial Syam menyebut penyakit GERD tidak bisa menjadi penyebab langsung terjadinya kematian. Kekeliruan informasi ini telah dikonfirmasi oleh beberapa media seperti, Tempo, Medcomm, dan Liputan6. 

Sumber