Kementerian Agama Mengapus Kata Khilafah dan Jihad dalam Kurikulum Pendidikan Agama, Hoaks atau Fakta?

Berita

Beredar sebuah unggahan yang disertain dengan artikel berjudul “Selamat Tinggal Sejarah Islam, Kemenag Menghapus Kurikulum Pendidikan Agama di Madrasah Kata Khilafah dan Jihad.” Artikel tersebut ditulis pada website pesisirnews.com.

Artikel itu membahas tentang surat edaran Kementerian Agama atau yang biasa disebut Kemenag dikatakan menghapus kata Khilafah dan Jihad dari kurikulum Pendidikan Agama di Madrasah. Unggahan ini disebarkan oleh akun Facebook bernama Ella Bahar Cotto dan disertai oleh narasi berikut. 

“Ntah apo la maksud pemerintah ko

Agama diutak atik seenak mereka aja ????”

Informasi tersebut adalah keliru

Direktorat Jenderal Pendidikan Agama Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengkonfirmasi surat edaran tersebut. Kemenag memang mengeluarkan surat itu. Namun, mereka tidak menghapus kata Jihad dan Khilafah, melainkan diperbaiki. Kata Khilafah dan Jihad akan diberi perspektif lebih produktif dan kontekstual. 

Kamaruddin menerangkan pelajaran Khilafah dan Jihad tidak akan lagi diajarkan pada mata pelajaran Fikih. Dua konten itu akan masuk dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Kamaruddin berkata materi Khilafah dan Jihad tidak dihapus karena merupakan bagian dari sejarah Islam. Namun perlu ada penyesuaian mengikuti perkembangan zaman.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah Kemenag, Ahmad Umar menegaskan bahwa Kemenag meletakkan materi-materi Khilafah dan Jihad pada porsi dan konteks pembicaraan yang sesuai. 

Misalnya, materi khilafah diletakkan pada materi sejarah kebudayaan Islam. Tetapi konteks pembicaraannya bukan sekedar khilafah, konteksnya tentang perkembangan peradaban pada zaman Daulah Utsmaniyah dan Abbasiyah. Penjelasan peradaban Islam termasuk sampai perjuangan kehidupan pada masa-masa Khulafaur Rasyidin. Selain itu, pengertian khilafah dalam kurikulum baru diperbaiki supaya tidak mengandung multi-tafsir

Kasubdit Kurikulum Kemenag, Ahmad Hidayat  menyebut materi jihad dalam mata pelajaran fikih masih ada, tapi dalam konteks pembicaraan inti nilainya yaitu berusaha bersungguh-sungguh di dalam menuntaskan semua aktivitas-aktivitas kehidupan. Penjelasan jihad tidak hanya semata-mata tentang perang. 

Kesimpulan

Kemenag memang mengeluarkan surat edaran tentang materi Khilafah dan Jihad. Namun, Kemenag tidak menghapus kedua materi tersebut dari pendidikan agama islam. Makna khilafah dan jihad diperbaiki dan disesuaikan dengan perkembangan zaman. Maka dari itu, informasi dari artikel website pesisirnews.com adalah kabar yang menyesatkan. 

Informasi ini telah dikonfirmasi oleh beberapa media, seperti Tempo, CNN Indonesia, Republika, dan Turn Back Hoax. 

Sumber