Tisu Basah Disebut Bisa Jadi Alternatif Mengganti Masker Yang Langka Hoaks atau Fakta?

Berita

Beredar sebuah unggah video di media sosial berisi seorang perempuan memperlihatkan cara menggunakan tisu basah sebagai pengganti masker. Dalam narasi bersama unggahan disebut, tisu basah dapat menjadi alternatif mengganti masker yang stoknya kian melangka. 

Penjelasan

Unggah tersebut berisi informasi keliru. 

Kepala Bagian Pelayanan Masyarakat Biro Komunikasi Kementerian Kesehatan Indonesia Busroni menjelaskan bahwa penggunaan tisu basah sebagai pengganti masker merupakan hal yang keliru. Tisu basah mengandung alkohol dan dibuat untuk membersihkan tubuh. 

Partikel-partikel yang ada di lingkungan bebas justru akan menempel di tisu basah, kemudian terhirup oleh kita. Busroni menyarankan masyarakat untuk menggunakan masker bedah biasa. 

Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Indriati Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Chrisrianto Edy Nugroho juga menyatakan bahwa tisu basah tidak direkomendasikan untuk menjadi barang pengganti  masker karena belum ada penelitian yang membuktikannya. 

dr Erni Juwita SpPD, Ahli Penyakit Tropik dan Infeksi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menyebut tisu basah mudah menyerap apapun, termasuk debu dan kotoran. 

Erni mengimbau masyarakat untuk menggunakan tisu basah sesuai fungsinya, sebagai tisu untuk bersihkan tangan atau benda-benda lain. 

Kesimpulan

Klaim yang menyebut tisu basah bisa menjadi pengganti masker adalah berita keliru. Beberapa pihak dari Kementerian Kesehatan hingga Ahli Kesehatan membantah klaim tersebut. Tisu basah bersifat menyerap sehingga partikel-partikel yang berada di lingkungan bebas dapat terserap, termasuk debu dan kotoran. Informasi ini telah dikonfirmasi oleh beberapa media, seperti Turn Back Hoax, Medcomm, Okezone, Detik, dan CNN Indonesia. 

Sumber